Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya...
Menjelang tahun 2010 pada kondisi perekonomian Indonesia saat ini dimana tingkat suku bunga Bank Indonesia sudah turun,
tapi tingkat suku bunga kredit belum juga turun secara signifikan termasuk tingkat suku bunga KPR konvensional pun belum turun,
dan tidak ada seorangpun yang bisa memperkirakan sampai kapan kondisi ini akan berakhir karena belum pulihnya krisis finansial global.
Anggota masyarakat banyak yang kecewa dengan fluktuasi tingkat suku bunga KPR Konvensional,
karena bisa secara tiba-tiba naik mengikuti suku bunga kredit KPR yang berlaku di pasar.
Hal ini membuat mereka yang mengambil KPR Konvensional harus menyisihkan lebih besar lagi pendapatan mereka untuk membayar angsuran KPR nya tersebut.
Oleh sebab itu,
KPR syariah menjadi alternatif pilihan lain bagi anggota masyarakat yang ingin memiliki rumah melalui KPR yang bebas dari fluktuasi bunga yang mana jumlah angsurannya tidak mengikuti tingkat suku bunga kredit yang berlaku di pasar atau cenderung tetap.
Namun,
di lapangan masih banyak anggota masyarakat yang belum mengerti bagaimana membedakan KPR konvensional dengan KPR syariah apalagi untuk mengerti bagaimana caranya memilih produk KPR syariah bank mana yang paling murah,
banyak yang menanyakan persen tingkat bunga yang harus mereka bayar apabila mengambil KPR syariah.
Padahal bank syariah sama sekali tidak memungut bunga pada KPR syariah,
akan tetapi memungut margin (selisih harga beli dengan harga jual) apabila KPR syariah tersebut memakai skim murabahah(jual beli)
atau memungut harga sewa apabila bank syariah memakai skim musyarakah ijarah (sewa).
Banyak bank syariah yang mempromosikan produk KPR syariahnya dengan berbagai cara dari pelayanan pengajuan KPR syariah yang cepat,
iklan di media massa dan lain-lain.
Cara agar bisa memilih Bank Syariah yang produk KPR syariahnya paling murah,
ada beberapa saran/tips berdasarkan pengamatan praktek di lapangan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan produk KPR syariah yang paling murah dengan mengesampingkan terlebih dahulu biaya-biaya pengajuan KPR Syariah,
seperti biaya administrasi,
biaya notaris dll :
1. Apabila memilih KPR Syariah jangan melihat dari tingkat persentase margin jual beli atau persentase harga sewa misalnya 8%,9%, 10% dst per tahun,
karena hal ini tidak menjamin bahwa produk KPR syariah suatu bank syariah itu lebih murah,
tetapi tanyakan kepada suatu Bank Syariah berapa besar nominal rupiah angsuran perbulannya.
Lalu bandingkan dengan Bank Syariah lain,
yang paling murah adalah yang angsurannya paling kecil,
dengan catatan pokok pinjaman KPR dan periode pinjaman adalah sama.
2. Apabila memilih KPR syariah,
tanyakan kepada bank syariah tersebut berapa outstanding (sisa) angsuran pokok apabila akan mempercepat pelunasan KPR syariah pada tahun tertentu,
lalu bandingkan dengan bank syariah lain.
Bank syariah yang paling murah adalah Bank syariah yang sisa outstanding pokok KPR syariahnya paling kecil apabila dilakukan pelunasan KPR syariah dipercepat.
Untuk masa depan yang lebih baik,
mari kita tinggalkan sistem bunga dan kembali ke sistem syariah.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar
silahkan jika anda memiliki comnt terhadap tulisan ini..